<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852</id><updated>2011-08-02T14:14:42.943-07:00</updated><title type='text'>PUAS31</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-2260084819983073942</id><published>2008-11-25T17:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T17:53:40.406-08:00</updated><title type='text'>rasio zoom</title><content type='html'>esolusi gambar : Resolusi gambar secara umum dinyatakan dalam satuan Mega Pixel, yang menyatakan kuantitas maksimum pixel untuk setiap image yang dihasilkan dari kamera. Penerapannya adalah semakin besar pixel semakin besar ukuran gambar yang mampu dicetak pada kualitas optimal.Jadi belum tentu kita membutuhkan kamera dengan mega pixel yang besar.  Sebagai contoh, hubungan antara mega pixel dan ukuran gambar guideline :Image dengan ukuran 3888 x 2592 pixel = 10Mpixels mampu dicetak maksimal dengan resolusi optimum pada ukuran 54 inch x 36 inch (137cm x 92 cm) dengan resolusi 72 pixel/inch.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zoom : Seperti yang sudah disinggung tadi ada dua jenis zoom dalam kamera digital pocket (tidak berlaku untuk kamera DSLR). Produsen biasanya mengiklankan kameranya dalam bentuk zoom total, jadi hati-hati. Zoom Optical adalah tipe zoom yang murni oleh lensa kamera, sedangkan zoom digital adalah tipe zoom yang dilakukan dengan memanipulasi gambar dengan software di dalam kamera dan zoom digital akan mengorbankan resolusi dari gambar (menurunkan resolusi). Sebisa mungkin hindari penggunaan zoom digital. Jadi pilih kamera yang memberikan optical zoom yang sebesar mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISO : ISO adalah satuan kesensitivan sensor (film) kamera terhadap intensitas foton/cahaya. Pengaturan ISO seringkali diperlukan sesuai kondisi cahaya yang tersedia. Oleh karena itu kamera dengan opsi pengaturan berbagai harga ISO diutamakan dalam memilih kamera. Besar pilihan ISO yang umum dalam kamera digital saat ini dari 100 hingga 1600. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa : Lensa berfungsi bagaikan kornea dari mata kita. Oleh karena itu memilih kamera dengan lensa yang baik tentu saja menjadi pertimbangan yang baik pula. Leica dan Carl Zeiss adalah dua merk terkenal dalam dunia optik kamera yang layak dipertimbangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baterai : Pilih kamera dengan baterai Li-on (lithium ion) yang sangat praktis dan tahan lama (baik waktu operasional maupun umur pakai) dibanding jenis baterai lainnya pada saat ini. Baterai jenis ini juga biasanya disertai charger yang memudahkan pengisian kembali arus listrik ke dalam baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media penyimpan file : Pertimbangkan jumlah gambar yang ingin lu ambil dalam satu kali penyimpanan. Media penyimpan 2GB mampu menyimpan file gambar hingga sekitar 500 untuk kamera 10 Mega pixels. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur dan Kemudahan operasi : Pertimbangkan fitur-fitur lain yang menarik, seperti jenis-jenis program pengambilan foto, pengaturan saturasi/white balance/dll, support software. Pertimbangkan kemudahan pengoperasiannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-2260084819983073942?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/2260084819983073942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=2260084819983073942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/2260084819983073942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/2260084819983073942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/11/rasio-zoom.html' title='rasio zoom'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-3558549775518402723</id><published>2008-11-25T17:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T17:39:02.393-08:00</updated><title type='text'>jarak fokus lensa kamera</title><content type='html'>amera SLR (single-lens reflex) atau Kamera refleks lensa-tunggal‎ adalah kamera yang memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera dengan sama persis seperti apa yang ia lihat. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film. (NESW4586)Daftar isi [sembunyikan]&lt;br /&gt;1 Komponen Kamera SLR &lt;br /&gt;1.1 Pembidik&lt;br /&gt;1.2 Jendela Bidik&lt;br /&gt;1.3 Lensa&lt;br /&gt;1.4 Macam-macam lensa &lt;br /&gt;1.4.1 Fokus&lt;br /&gt;1.5 Kecepatan rana&lt;br /&gt;1.6 Diafragma&lt;br /&gt;2 Depth of Field&lt;br /&gt;3 Pencahayaan&lt;br /&gt;4 Perkembangan Kamera SLR&lt;br /&gt;5 Pranala luar&lt;br /&gt;6 Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Komponen Kamera SLR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Pembidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian yang penting pada kamera adalah pembidik (viewfinder). Ada dua sistem bidikan, yaitu:&lt;br /&gt;jendela bidik yang terpisah dari lensa (Viewfinder type)&lt;br /&gt;bidikan lewat lensa (Reflex type).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera SLR, sesuai dengan namanya (Single Lens Reflex), menggunakan sistem bidikan jenis kedua. Mata fotografer melihat subjek melalui lensa, sehingga tidak terjadi parallax, yaitu keadaan dimana fotografer tidak melihat secara akurat indikasi keberadaan subjek melalui lensa sehingga ada bagian yang hilang ketika foto dicetak. Keadaan parallax ini pada dasarnya terjadi pada pemotretan sangat close up dengan menggunakan kamera viewfinder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Jendela Bidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jendela bidik merupakan sebuah kaca yang di dalamnya tercantum banyak informasi dalam pemotretan. Jendela bidik memuat penemu jarak (range-finder), pilihan diafragma, shutter speed, dan pencahayaan (exposure).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Lensa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Macam-macam lensa&lt;br /&gt;Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.&lt;br /&gt;Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.&lt;br /&gt;Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.&lt;br /&gt;Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.&lt;br /&gt;Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Fokus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa, sehingga gambar yang dihasilkan tidak berbayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kecepatan rana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan rana (shutter speed) artinya penutup (to shut = menutup). Pada waktu kita menekan tombol untuk memotret, terjadi pembukaan lensa sehingga cahaya masuk dan mengenai film. Pekerjaan shutter adalah membuka dan kemudian menutup lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan rana adalah kecepatan shutter membuka dan menutup kembali. Shutter speed dapat kita atur. Jika kita memilih 1/100, maka ia akan membuka selama 1/100 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala shutter speed bervariasi. Ada yang B, 1, ½, ¼, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dst. Mulai dari ½ sampai 1/1000 biasanya hanya disebut angka-angka dibawah saja. Artinya 100 = 1/100 dan 2 artinya ½ detik. Namun jika angka 2 itu berwarna, maka artinya adalah 2 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan B artinya bulb, yaitu jika tombol ditekan maka shutter membuka, dan ketika tombol dilepaskan maka shutter menutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat adalah, semakin lama kecepatan shutter, jumlah cahaya yang masuk akan semakin banyak. Semakin besar angkanya, maka kecepatan shutter akan semakin tinggi(shutter akan semakin cepat membuka dan menutup).&lt;br /&gt;Speed cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin cepat pergerakan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;Speed lambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya ialah gambar akan tampak kabur, seakan-akan disapu, namun latar belakangnya jelas. Efek ini terkadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah dengan menggerakkan kamera ke arah gerak objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. Hasil gambarnya ialah latar belakang kabur, tetapi gambar subjek jelas. Seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada cepat atau lambatnya gerakan panning. Jika gerakannya bersama-sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. Sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasilnya akan blur (kabur).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-3558549775518402723?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/3558549775518402723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=3558549775518402723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/3558549775518402723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/3558549775518402723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/11/jarak-fokus-lensa-kamera.html' title='jarak fokus lensa kamera'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-2389477799397909462</id><published>2008-11-25T17:26:00.001-08:00</published><updated>2008-11-25T17:35:57.250-08:00</updated><title type='text'>jark fokus lensa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SSyn5RIwsJI/AAAAAAAAAC4/ww5aGXIgjds/s1600-h/Focal-length.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SSyn5RIwsJI/AAAAAAAAAC4/ww5aGXIgjds/s320/Focal-length.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272773866038538386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jarak fokus atau jarak pumpun (bahasa Inggris: focal length) adalah ukuran jarak antara elemen lensa dengan permukaan film (atau sensor digital) pada kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa dengan panjang fokal besar akan memberikan sudut pandang yang sempit sehingga sebuah objek pada jarak jauh akan nampak menjadi lebih besar di dalam foto. Sebaliknya lensa dengan panjang fokus kecil memberikan sudut pandang tangkap lebih luas dan menyebabkan objek mendapat porsi lebih kecil di dalam foto. Panjang fokal yang bisa berubah-ubah sering diistilahkan dengan zoom (perbesaran)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-2389477799397909462?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/2389477799397909462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=2389477799397909462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/2389477799397909462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/2389477799397909462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/11/jark-fokus-lensa.html' title='jark fokus lensa'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SSyn5RIwsJI/AAAAAAAAAC4/ww5aGXIgjds/s72-c/Focal-length.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-3548042249847728866</id><published>2008-11-25T17:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T17:26:37.662-08:00</updated><title type='text'>kinerja dan peran penting lensa kamera</title><content type='html'>Kamera&lt;br /&gt;Tidak seperti yang diiklankan penjualnya, ukuran Megapiksel sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Dua Megapiksel sudah lebih dari cukup untuk kamera digital poket. Daripada membeli kamera bermegapiksel terlalu besar, lebih baik utamakan fasilitas seperti autofokus, optical zoom, pengatur shutterspeed, bukaan, dan pajanan, atau white balance.&lt;br /&gt;Kamera tipis dirancang hanya untuk alasan kepraktisan. Ada efek samping dari hal ini, yaitu masalah kualitas. Kamera tebal besar bagaimanapun akan menghasilkan gambar lebih baik daripada kamera tipis dan ringan.&lt;br /&gt;Kamera telepon seluler sebesar apapun Megapikselnya akan menghasilkan gambar buruk. Lebih baik gunakan kamera poket biasa, walaupun harganya lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Scanner&lt;br /&gt;Jika tidak untuk diolah lebih lanjut, ketajaman 300 dpi sudah cukup. Daripada membeli scanner yang lebih tinggi daripada itu, lebih baik mempertimbangkan scanner dengan fasilitas pemindaian negatif film.&lt;br /&gt;Perhatikan jamur putih di permukaan kaca scanner. Scanner mahal berjamur tidak kalah buruk kualitasnya dibanding scanner murahan.&lt;br /&gt;Scanner memiliki banyak keterbatasan. Terkadang lebih baik memotret langsung suatu benda dengan kamera daripada menggunakan scanner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Monitor&lt;br /&gt;Monitor mahal tidak terlalu berguna jika tidak menggunakan setting warna dan gamma yang benar. Akibatnya pengguna lain yang tidak mengikuti setting monitor anda mungkin akan melihat gambar tersebut dalam keadaan buruk.&lt;br /&gt;Monitor kecil untuk laptop walaupun mahal akan mempersulit kerja dan menyakiti mata. Walaupun terkesan lebih murahan, lebih baik gunakan yang daya pandangnya luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Bekerja dengan alat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera&lt;br /&gt;Pastikan fisik anda dalam keadaan bugar saat memotret.&lt;br /&gt;Tripod mini sudah dijual dengan harga murah. Hasilnya jauh lebih baik daripada fasilitas antishake yang disediakan kamera.&lt;br /&gt;ISO bukanlah ukuran kualitas gambar. Sebaliknya semakin tinggi angka ISO, semakin pecah gambar yang dihasilkan. Gunakan ISO tinggi hanya untuk memotret di tempat yang minim cahaya.&lt;br /&gt;Hati-hati dengan shutterspeed di bawah 1/30 detik. Pertimbangkan menggunakan tripod atau blitz.&lt;br /&gt;Cahaya memegang peran penting saat memotret. Atur sedemikian rupa agar hasilnya maksimal.&lt;br /&gt;Gunakan fasilitas makro (jika tersedia) saat memotret benda kecil atau mengambil tekstur dari dekat.&lt;br /&gt;Bersihkan bagian luar lensa dengan pembersih yang disarankan. Hindari membersihkan dengan cairan apapun. Bagian dalam kamera biasanya sudah dirancang untuk tidak dibersihkan.&lt;br /&gt;Kamera adalah benda ringkih, ikuti buku petunjuk dengan teliti dan rawat dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Scanner&lt;br /&gt;Jika memindai hasil cetakan seperti majalah, stiker, atau tabloid, gunakan descreen&lt;br /&gt;JIka tidak membutuhkan tujuan khusus, sebaiknya hindari mengoreksi warna scanner. Set brightness, contrast, dan color balance ke 0.&lt;br /&gt;Daripada memutar gambar dengan software yang bisa menyebabkan kerusakan gambar, lebih baik perbaiki posisi gambar di dalam scanner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Memaksimalkan piranti lunak&lt;br /&gt;Pastikan perangkat lunak pengolah gambar anda selalu up to date. Tetapi pertimbangkan pula kadang versi terbaru hanya akan berisi fasilitas yang memberatkan komputer anda tanpa pernah dimanfaatkan.&lt;br /&gt;Jika menggunakan produk adobe, manfaatkan fasilitas adobe gamma loader yang akan muncul saat pertama kali memasang di komputer. Ikuti petunjuknya dengan teliti.&lt;br /&gt;Manfaatkan fasilitas cropping, brightness-contrass adjustment, dan color balance dengan baik. Hasilnya sering di luar dugaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kompresi gambar:JPG, GIF, PNG, atau SVG?&lt;br /&gt;Masing-masing jenis kompresi memiliki karakterstik tersendiri. Misalnya JPG memiliki kompresi yang merusak kualitas gambar. GIF dan SVG efektif untuk mengkompresi gambar vektor.&lt;br /&gt;Untuk kompresi lossy seperti JPG, perhatikan bahwa semakin kecil file yang dihasilkan, semakin buruk kualitas gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Memaksimalkan kinerja anda&lt;br /&gt;Buat perencanaan sebelum bekerja. Perencanaan yang baik mengefisienkan waktu anda dan membuat karya tidak kehilangan arah.&lt;br /&gt;Retouch sehalus apapun akan mudah ketahuan. Hindari jika tidak perlu.&lt;br /&gt;Bekerjalah dalam suasana hati baik, karena mood akan terlihat jelas di hasil kerja anda.&lt;br /&gt;Telitilah detail sekecil apapun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-3548042249847728866?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/3548042249847728866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=3548042249847728866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/3548042249847728866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/3548042249847728866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/11/kinerja-dan-peran-penting-lensa-kamera.html' title='kinerja dan peran penting lensa kamera'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-4701097328004976276</id><published>2008-07-24T22:29:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T22:30:00.963-07:00</updated><title type='text'>sub kompetensi 4</title><content type='html'>PEMANCAR TELEVISI VHF DAN UHF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kualitas penerimaan siaran televisi&lt;br /&gt;Besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat dipengaruhi beberapa parameter dari stasiun pemancar yang meliputi antara lain :&lt;br /&gt;Daya pancar&lt;br /&gt;Gain dan sistem antena pemancar&lt;br /&gt;Jarak lokasi pemancar dengan lokasi penerimaan&lt;br /&gt;Frequency saluran yang digunakan&lt;br /&gt;Gain dan antena sistem dari pesawat penerima&lt;br /&gt;Profile chart antara antena pemancar dengan antena pesawat penerima&lt;br /&gt;Ketinggian lokasi pemancar terhadap lokasi penerimaApabila dinyatakan dalam rumus, dapat kita lihat dengan jelas parameter-parameter yang berpengaruh pada penerimaan signal siaran televisi :&lt;br /&gt;Pfs(db) = Po(db) + Gant Tx(db) – Apl(db) + Gant Rx(db)&lt;br /&gt;Pfs(db) : Level Field Strength dalam satuan dB&lt;br /&gt;Po(db) : Power Output pemancar dalam satuan dB&lt;br /&gt;Gant Tx(db) : Gain antena pemancar dalam satuan dB&lt;br /&gt;Apl(db) : Anttenuasi Path Loss dalam satuan dB&lt;br /&gt;Gant Rx(db) : Gain antena penerima dalam satuan dB&lt;br /&gt;B. Daya Pancar&lt;br /&gt;Kiranya semua orang tahu bahwa besarnya daya pancar, akan mempengaruhi besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat tertentu pada jarak tertentu dari stasiun pemancar televisi. Semakin tinggi daya pancar semakin besar level kuat medan penerimaan siaran televisi. Namun demikina besarnya penerimaan siaran televisi tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya daya pancar.&lt;br /&gt;C. Gain Antena&lt;br /&gt;Besarnya Gain antena dipengaruhi oleh jumlah dan susunan antena serta frequency yang digunakan. Antena pemancar UHF tidak mungkin digunakan untuk pemancar TV VHF dan sebaliknya, karena akan menimbulkan VSWR yang tinggi. Sedangkan antena penerima VHF dapat saja untuk menerima signal UHF dan sebaliknya, namun Gain antenanya akan sangat mengecil dari yang seharusnya.&lt;br /&gt;D. Path Loss (redaman Ruang)&lt;br /&gt;Path Loss dapat diartikan sebagai redaman propagasi, yaitu besarnya daya yang hilang dalam menempuh jarak tertentu. Besarnya redaman disamping ditentukan oleh kondisi alam seperti tidak adanya halangan antara pemancar dengan penerima dan kondisi altitude dari masing-masing lokasi maupun antara kedua lokasi, redaman sangat dipengaruhi oleh jarak antara pemancar dengan penerima dan frekwensi yang digunakan. Dengan tanpa memperhitungkan kondisi alam dan lokasi dimana pemancar dan penerima berada, besarnya Path Loss dapat dihitung dengan menggunakan rumus “Free Space Loss” sebagai berikut :&lt;br /&gt;A pl(db) = +32,5(db) +(20 log D (km))(db) + (20 log F (Mhz))(db)&lt;br /&gt;E. Kebutuhan Daya Pancar&lt;br /&gt;Besarnya daya pancar yang diperlukan untuk menjangkau sasaran pada jarak tertentu dipengaruhi antara lain oleh besarnya frekwensi, ketinggian antena pemancar dan antena penerima serta profile antara lokasi pemancar dengan lokasi penerima, serta besarnya level kuat medan yang diharapkan dapat diterima oleh pesawat penerima. Besarnya level kuat medan penerimaan siaran televisi untuk frekwensi band tertentu, CCIR/ ITU-R memberikan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai referensi, namun demikina di setiap negara dapat saja memiliki kebijaksanaan tersendiri tentang kualitas penerimaan siaran televisi yang dikaitkan dengan persyaratan kuat medan minimum.&lt;br /&gt;Sampai saat ini di Indonesia belum ada kebijaksanaan khusus mengenai persyaratan minimum kuat medan pancaran siaran televisi yang harus dipenuhi untuk suatu penerimaan siaran televisi yang dianggap baik. Sementara itu, untuk kebutuhan perencanaan pengembangan perluasan jangkauan digunakan rekomendasi CCIR/ ITU-R sebagai acuan.&lt;br /&gt;Dibawah ini sebagai contoh disampaikan daftar kuat medan minimum menurut rekomendasi CCIR dan daftar kuat medan minimum yang digunakan oleh negara Australia.&lt;br /&gt;Minimum Field-Strength Value(CCIR recommendation 417 &amp; 412)&lt;br /&gt;Band&lt;br /&gt;Frequency(Mhz)&lt;br /&gt;Saluran&lt;br /&gt;Kuat Medan (dBuV/ m&lt;br /&gt;Urban&lt;br /&gt;Sub Urban&lt;br /&gt;Rural&lt;br /&gt;VHF band I 47-61 2-3 48&lt;br /&gt;VHF band II mono 87-108 70 60 48&lt;br /&gt;VHF band II stereo 87-108 74 66 54&lt;br /&gt;VHF band III 174-230 4-11 55&lt;br /&gt;UHF band IV 470-605 21-37 65&lt;br /&gt;UHF band V 606-807 38-70 70&lt;br /&gt;Minimum Field-Strength Value(Telecom Australia)&lt;br /&gt;Band&lt;br /&gt;Frequency(Mhz)&lt;br /&gt;Saluran&lt;br /&gt;Kuat Medan (dBuV/ m&lt;br /&gt;Urban&lt;br /&gt;Sub Urban&lt;br /&gt;Rural&lt;br /&gt;VHF band I 47-61 2-3 75 65 50&lt;br /&gt;VHF band II mono 87-108 75 65 50&lt;br /&gt;VHF band II stereo 87-108 75 65 50&lt;br /&gt;VHF band III 174-230 4-11 75 65 50&lt;br /&gt;UHF band IV 470-605 21-37 80 72 62&lt;br /&gt;UHF band V 606-807 38-70 80 76 67&lt;br /&gt;Untuk menganalisa perbedaan kebutuhan daya pancar antara pemancar VHF dengan UHF dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan propagasi gelombang pada “free space” ataupun menggunakan chart/ grafik propagasi yang disusun oleh CCIR serta dengan memegang variabel-variabel tertentu dalam kondisi yang sama.&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini marilah kita lakukan perhitungan dengan menggunakan rumus propagasi gelombang pada “free space” dengan variabel-variabel yang dipegang tetap yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Jarak pemancar dengan penerima = 20 Km2) Antara pemancar dan penerima tidak ada halangan/ obstacle dan ketinggian antena pemancar dan penerima tidak diperhitungkan3) Frekwensi VHF = 200Mhz dan UHF = 500Mhz4) Pfs = Field strength untuk VHF = 75dbuV/m = -30dBm/Z = 50Ohm5) Pfs = Field strength untuk UHF = 80dBuV/m = -27dBm/Z = 50Ohm6) Gant = Gain antena = 10dB7) Po = power output pemancar&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db)&lt;br /&gt;Dengan data sebagaimana tersebut diatas, dapat dihitung kebutuhan power output VHF yang dapat menjangkau sasaran sejauh 20Km adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db)&lt;br /&gt;Po(db) = -32bdm – 10db + 32,5db + 20log20 + 20log200&lt;br /&gt;Po(db) = -32bdm – 10db + 32,5db + 26db + 46db&lt;br /&gt;Po(db) = 62,5 dbm = 2,5dbk = 1,8KW&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pemancar UHF diperlukan power output sebesar :&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db)&lt;br /&gt;Po(db) = -27bdm – 10db + 32,5db + 20log20 + 20log500&lt;br /&gt;Po(db) = -27bdm – 10db + 32,5db + 26db + 54db&lt;br /&gt;Po(db) = 75,5 dbm = 15,5dbk = 35KW&lt;br /&gt;Apabila dilakukan perhitungan dengan menggunakan grafik rumus propagasi gelombang pada “free space” dengan variable-variable yang dipegang tetap yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Jarak pemancar dengan penerima = 20Km2) Antara pemancar dan penerima tidak ada halangan/ obstacle3) ketinggian antena pemancar = 150meter, dan ketinggian antene penerima penerima = 10meter4) Pfs = Field strength untuk VHF = 75dbuV/m = -32dBm/Z = 50Ohm5) Pfs = Field strength untuk UHF = 80dBuV/m = -27dBm/Z = 50Ohm6) Gant = Gain antena = 10dB7) Po = Power output pemancar&lt;br /&gt;Dengan data sebagaimana tersebut diatas dan dengan menggunakan standard CCIR, besarnya daya pancar dapat dihitung sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Perhitungan Dya Pancar Pemancar VHF&lt;br /&gt;Dengan menggunakan grafik pada gambar 1, dapat dijelsakan bahwa dengan 1 Kw atau 0dbk ERP pada jarak 20Km dengan ketinggian antena pemancar 150 meter dapat diperoleh field strength sebesar 63dbuV/m. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa untuk mendapatkan field strength sebesar 75dbuV/m pada jarak 20Km diperlukan ERP sebesar 12dBk dan dengan menggunakan antena pemancar dengan Gain 10dB, power output pemancar VHF yang diperlukan sebesar 2dBk atau 1,58KW&lt;br /&gt;2. Perhitungan Daya Pancar Pemancar UHF&lt;br /&gt;Dengan menggunakan grafik pada gambar 2, dapat dijelaskan bahwa dengan 1 KW atau 0dbk ERP pada jarak 20Km denagn ketinggian antena pemancar 150 meter dapat diperoleh Field Strength sebesar 61dbuV/m. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa untuk mendapatkan field strength sebesar 19dbk, dan dengan menggunakan antena pemancar dengan Gain 10dB, power output pemancar UHF yang diperlukan adalah sebesar 9dbk atau 8KW&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut diatas dapat disampaikan bahwa untuk mendapatkan kualitas penerimaan gambar dan suara yang baik pada jarak yang sama diperlukan daya pancar yang lebih tinggi apabila menggunakan pemancar UHF dari pada apabila menggunakan pemancar VHF.&lt;br /&gt;F. Biaya Investasi&lt;br /&gt;Penggunaan pemancar UHF untuk menjangkau daerah sasaran yang sama jauhnya, diperlukan biaya investasi yang jauh lebih besar daripada menggunakan pemancar VHF. Hal ini sangat wajar karena untuk menjangkau sasaran tertentu pemancar UHF memerlukan daya yang 3 s/d 5 kali lebih besar daripada daya pemancar VHF.&lt;br /&gt;G. Kualitas&lt;br /&gt;Kualitas hasil pencaran dari pemancar VHF dibandingkan dengan kualitas hasil pancaran dari pemancar UHF adalah sama asalkan keduanya memenuhi persyaratan dan spesifikasi yang telah ditentukan. Perbedaan yang mungkin terjadi tudak akan dapat dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga, tetapi hanya dapat diketahui dengan mengunakan alat ukur. Tidak adanya perbedaan kualitas penerimaan gambar dan suara dari pemancar televisi VHF dan UHF ini barangkali dapat ditanyakan kepada yang sempat melihat siaran televisi Singapore, Malaysia, Jepang ataupun Jerman, dimana perbedaan kualitas penerimaa&lt;br /&gt;Saluran dan Standar Pemancar Televisi &lt;br /&gt;Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya disebut saluran (chenel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 mhz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran televisi komersial. &lt;br /&gt;1. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ. &lt;br /&gt;2. VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ. &lt;br /&gt;3. UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ. &lt;br /&gt;Sebagai contoh, saluran 3 disiarkan pada 60 MHZ sampai 66 MHZ. Sinyal pembawa RF untuk gambar dan suara keduanya termasuk di dalam tiap saluran tersebut.&lt;br /&gt;n siaran televisi VHF dan UHF tidak dapat di indentifikasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-4701097328004976276?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/4701097328004976276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=4701097328004976276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/4701097328004976276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/4701097328004976276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/07/sub-kompetensi-4.html' title='sub kompetensi 4'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-108787007233315332</id><published>2008-07-24T22:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T22:28:39.415-07:00</updated><title type='text'>sub kompetensi 3</title><content type='html'>1.3 Standar TV dunia dan HDTV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV) adalah standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas dan dengan warna-warna matang. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Lebih Jauh Keunggulan HDTV&lt;br /&gt;Selama ini kita sudah sangat familiar dengan sistem national television system committee (NTSC) yang dipergunakan televisi untuk menyajikan gambar. Tetapi, belakangan dengan munculnya teknologi high-definition television (HDTV) atau yang dalam bahasa Indonesia disebut televisi definisi tinggi, menyebabkan fungsi NTSC perlahan-lahan tergantikan. Apa sih sebenarnya teknologi HDTV ini?&lt;br /&gt;---------------------------------&lt;br /&gt;PESATNYA kemajuan teknologi digital, terutama di bidang gambar digital yang mengkombinasikan foto dan video, memang tidak diduga sebelumnya. Kehadiran teknologi HDTV, bukan saja mendorong produk-produk dengan kualitas digital pada beberapa merek perangkat televisi yang sudah punya nama, tetapi juga pada cara perekamannya untuk ditayangkan di HDTV.  &lt;br /&gt;Sampai sekarang masih sulit untuk mendefinisikan secara tepat HDTV. Yang pasti, teknologi tayangan televisi yang dianggap terbaik sekarang ini adalah menggunakan sistem NTSC (National Television Systems Committee) yang menayangkan gambar analog, menghasilkan resolusi sebanyak 525 garis pada layar televisi. Sedangkan HDTV menghasilkan resolusi 1.125 garis tayangan yang lebih padat dan mampu menghasilkan informasi video lima kali lebih banyak dibanding sistem NTSC. &lt;br /&gt;Namun, walaupun memiliki keunggulan yang luar biasa dalam menghasilkan resolusi yang rapat, tajam, dan jelas, transmisi HDTV memerlukan bandwith yang lebih besar sampai lima kali dibanding kapasitas sinyal televisi konvensional. Meski masih sulit mendefinisikannya, HDTV dapat diartikan sebagai suatu sistem media komunikasi bergambar dan atau bersuara dengan tingkat kualitas ketajaman gambar (resolusi) yang sangat tinggi (hampir sama dengan kualitas film 35 mm) dan kualitas suaranya juga menyerupai CD (Compact Disk).&lt;br /&gt;Dalam hal ini teknologi pemrosesan sinyal digital dan displai memberikan peran yang sangat penting. Diharapkan juga nantinya bisa melayani multi bahasa dan multi media. Karena HDTV merupakan sistem komunikasi, maka seperti juga sistem komunikasi konvensional lainnya, untuk penyelenggaraannya memerlukan beberapa komponen dasar seperti pusat produksi (studio), pemroses/penyimpan, sistem transmisi dan pesawat penerima.&lt;br /&gt;Konsep dasar HDTV di sisi lain sebenarnya tidak dimaksudkan hanya untuk meningkatkan definisi per wilayah unit tayangan layar televisi, tetapi juga untuk meningkatkan persentase bidang visual yang menayangkan gambar tersebut. Pengembangan HDTV diarahkan pada peningkatan 100 persen jumlah piksel horizontal dan vertikal, misalnya bingkai gambar 1 MB seharusnya memiliki jumlah 1.000 garis x 1.000 titik horizontal. &lt;br /&gt;Hasil yang didapat dari perluasan ini adalah faktor perbaikan 2-3 kali dalam sudut bidang vertikal dan horizontal. Dengan demikian, perbaikan sudut ini pada HDTV juga mengubah rasio menjadi 16:9 dari 4:3 dan menjadi imej yang ditayangkan seperti di "bioskop". HDTV memang merupakan media komunikasi baru dan teknologinya sedang dalam proses penyempurnaan, terutama pada awal dekade 90-an. &lt;br /&gt;Secara singkat sejarah perkembangan  HDTV dimulai oleh Jepang yang dimotori oleh pusat riset dan pengembangan NHK (TVRI/RRI-nya Jepang) pada tahun 1968. Kemudian diikuti oleh masyarakat Eropa sebagai pembanding dan akhirnya Amerika Serikat menjadi kompetitor yang harus diperhitungkan. &lt;br /&gt;Diperkirakan teknologi HDTV ini akan menjadi standar televisi masa depan, sehingga seorang peneliti senior dalam bidang sistem strategi dan manajemen Dr. Indu Singh  meramalkan bahwa pasar dunia untuk HDTV ini akan mencapai 250 milyar dolar per tahun (tahun 2010).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-108787007233315332?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/108787007233315332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=108787007233315332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/108787007233315332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/108787007233315332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/07/sub-kompetensi-3.html' title='sub kompetensi 3'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-229991083230932553</id><published>2008-07-24T22:25:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T22:26:58.473-07:00</updated><title type='text'>sub kompetensi 2</title><content type='html'>1.2 PROSES KERJA PESAWAT TELEVISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengetahui prinsip kerja pesawat televisi, ada baiknya kita mengetahui sedikit tentang perjalanan objek gambar yang biasa kita lihat di layar kaca. Gambar yang kita lihat di layar televisi adalah hasil produksi dari sebuah kamera&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Objek gambar yang di tangkap lensa kamera akan dipisahkan berdasarkan tiga warna dasar, yaitu merah (R = red), hijau (B = blue). Hasil tersebut akan dipancarkan oleh pemancar televisi (transmiter). Pada sestem pemancar televisi, informasi visual yang kita lihat pada layar kaca pada awalnya di ubah dari objek gambar menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik tersebut akan ditransmisikan oleh pemancar ke pesawat penerima (receiver) televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP KERJA TELEVISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu. Pada pesawat televisi berwarna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G(green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi.&lt;br /&gt;Selain gambar, juga membawa suara ?&lt;br /&gt;Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di tranmisikan bersama sinyal gambar. Penyiaran telavisi sebenarnya menyerupai suara sistem radio tetapi mencakup gambar dan suara. Sinyal suara di pancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada suatu gelombang terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama dengan sinyal gambar. Sinyal gambar termodulasi mirip dengan sistem pemancaran radio yang telah dikenal sebelumnya. Dalam kedua kasus ini, amplitudo sebuah gelombang pembawa frekuensi radio (RF) dibuat bervariasi terhadap tegangan pemodulasi.Modulasi adalah sinyal bidang frekuensi dasar (base band).&lt;br /&gt;Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk meminimalisasikan atau menghindari derau (noise) dan interferensi. Sinyal suara FM dalam televisi pada dasarnya sama seperti pada penyiaran radio FM tetapi ayunan frekuensi maksimumnya bukan 75khz melainkan 25 khz.&lt;br /&gt;Saluran dan Standar Pemancar Televisi&lt;br /&gt;Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya disebut saluran (chenel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 mhz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran televisi komersial.&lt;br /&gt;VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.&lt;br /&gt;VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.&lt;br /&gt;UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, saluran 3 disiarkan pada 60 MHZ sampai 66 MHZ. Sinyal pembawa RF untuk gambar dan suara keduanya termasuk di dalam tiap saluran tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-229991083230932553?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/229991083230932553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=229991083230932553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/229991083230932553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/229991083230932553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/07/sub-kompetensi-2.html' title='sub kompetensi 2'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-5713245849777309918</id><published>2008-07-24T22:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T22:11:42.480-07:00</updated><title type='text'>sub kompetensi 1</title><content type='html'>1.1 SEJARAH PENEMUAN TEKNOLOGI TELEVISI&lt;br /&gt;                                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;Pada tahun 1873 seorang operator telegram menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell)&lt;br /&gt;Kemudian piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya ditemukan oleh seorang mahasiswa yang bernama Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin dan Philo T. Farnsworth berhasil dengan TV elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasil yang berjalan baik, orang-orang mulai melihat kemungkinan untuk&lt;br /&gt;Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TV MEKANIK&lt;br /&gt;Mungkin susah untuk dipercaya. Namun, penemuan cakram metal kecil berputar dengan banyak lubang didalamnya yang ditemukan oleh seorang mahasiswa di Berlin-Jerman, 23 tahun, Paul Nipkow[1883], merupakan cikal bakal lahirnya televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian disekitar tahun 1920, para pakar lainnya seperti John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins, menggunakan piringan Nipkow ini untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, dan penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Saat itu belum ditemukan Cathode Ray Tube [CRT].&lt;br /&gt;Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA [Radio Corporation of America]. Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Insinyur lain, Philo Farnsworth, juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya, dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TV ELEKTRONIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Pada masa itu ukuran layar TV hanya sekitar tiga sampai delapan inchi saja sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, &lt;br /&gt;tetapi kompetisi itu ada disana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin dan Philo T. Farnsworth berhasil dengan TV elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasil yang berjalan baik, orang-orang mulai melihat kemungkinan untuk beralih sistem.&lt;br /&gt;Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu, sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Seadanya disini, mungkin tidak seperti yang kita bayangkan, namun pada masa itu ukuran layar TV hanya sekitar tiga sampai delapan inci saja, sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana. Sistem yang lebih unggul akan mematikan lawannya.&lt;br /&gt;Tahun 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.&lt;br /&gt;Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya, pada masa itu, semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam tata warna hitam putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PERINTISAN INDUSTRI/LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI DI DUNIA DAN INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah sistem penyiaran televisi di Indonesia dimulai pada 17 Agustus 1962. Hari itu, Televisi Republik Indonesia (TVRI) lahir dan untuk pertama kalinya beroperasi. Dengan pemancar berkekuatan 100 watt, siaran pertama dilakukan untuk menyiarkan peringatan ulang tahun ke 17 proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dari halaman Istana Merdeka Jakarta. Pada awalnya TVRI adalah proyek khusus untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games ke 4 di Jakarta. Siaran TVRI sehubungan dengan Asian Games dikoordinir oleh Organizing Comitte Asian Games IV yang dibentuk khusus untuk event olah raga itu, di bawah naungan Biro Radio dan Televisi Departemen Penerangan. Mulai 12 November 1962 TVRI mengudara secara reguler setiap hari. Pada 1 Maret 1963 TVRI mulai menayangkan iklan seiring dengan ditetapkannya TVRI sebagai televisi berbadan hukum yayasan melalui keputusan presiden RI nomer 215 tahun 1963. Namun pada tahun 1981 dengan berbagai alasan politis TVRI tidak diijinkan lagi menayangkan iklan.&lt;br /&gt;Mulai tahun 1988 TVRI mulai mendapat teman dalam penyiaran di Indonesia. Pemerintah telah mulai mengijinkan televisi swasta beroperasi di Indonesia, RCTI (1988), SCTV (1989), TPI (1990), ANTV (1993), INDOSIAR (1995), .... .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-5713245849777309918?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/5713245849777309918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=5713245849777309918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/5713245849777309918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/5713245849777309918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/07/sub-kompetensi-1.html' title='sub kompetensi 1'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-7679720023214868739</id><published>2008-05-28T21:56:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T22:00:11.408-07:00</updated><title type='text'>K@MER@</title><content type='html'>Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.Daftar isi [sembunyikan]&lt;br /&gt;1 Komponen kamera &lt;br /&gt;  -Badan kamera&lt;br /&gt;  -Sistem lensa&lt;br /&gt;  -Pemantik Potret&lt;br /&gt;  -Bagian lain&lt;br /&gt;2 Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya &lt;br /&gt; -Kamera film &lt;br /&gt;2.1.1 Jenis film&lt;br /&gt;2.2 Kamera polaroid&lt;br /&gt;2.3 Kamera digital&lt;br /&gt;3 Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja &lt;br /&gt;3.1 Kamera single lens reflect&lt;br /&gt;3.2 Kamera instan&lt;br /&gt;4 Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder &lt;br /&gt;4.1 Kamera saku&lt;br /&gt;4.2 Kamera TLR&lt;br /&gt;4.3 Kamera SLR (Single Lens Reflect)&lt;br /&gt;5 Referensi&lt;br /&gt;6 Lihat pula&lt;br /&gt;7 Pranala luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Komponen kamera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kamera minimal terdiri atas:&lt;br /&gt;Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)&lt;br /&gt;Sistem lensa&lt;br /&gt;Pemantik potret (shutter)&lt;br /&gt;Pemutar film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Badan kamera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang darimana menjadi satu-satunya tempat cahaya akan masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:&lt;br /&gt;Pengatur ISO/ASA Film.&lt;br /&gt;Shutter Speed.&lt;br /&gt;Aperture (Bukaan Diafragma).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan:&lt;br /&gt;Blitz (atau lebih umum disebut lampu kilat atau flash)&lt;br /&gt;Tripod&lt;br /&gt;Lightmeter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Sistem lensa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Focal lenght mempengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Pemantik Potret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang bisa digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Bagian lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian lain sebuah kamera, antara lain:&lt;br /&gt;Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek&lt;br /&gt;Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,&lt;br /&gt;Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan&lt;br /&gt;lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Jenis film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian film berdasarkan ukuran:&lt;br /&gt;Small format (35mm)&lt;br /&gt;Medium format (100-120mm)&lt;br /&gt;Large format&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:&lt;br /&gt;Film hitam putih&lt;br /&gt;Film warna&lt;br /&gt;Film positif&lt;br /&gt;Film negatif&lt;br /&gt;Film daylight&lt;br /&gt;Film tungsten&lt;br /&gt;Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera polaroid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera single lens reflect&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera instan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera saku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik (viewfinder)) dengan lensa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera TLR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;Kamera SLR (Single Lens Reflect)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-7679720023214868739?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/7679720023214868739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=7679720023214868739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/7679720023214868739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/7679720023214868739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/05/kmer.html' title='K@MER@'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-6097228124274299388</id><published>2008-05-28T20:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T20:37:36.178-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.glitterfy.com/"&gt;&lt;img src="http://img17.glitterfy.com/149/glitterfy223522670D34.gif" alt="Glitter Photos" border=0 /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.glitterfy.com/"&gt;[Glitterfy.com - *Glitter Photos*]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini kenangan gue ma temen-temen gue pas hank out ke nusa kambangan beach&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-6097228124274299388?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/6097228124274299388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=6097228124274299388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/6097228124274299388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/6097228124274299388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/05/glitterfy.html' title=''/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-4628050832650208647</id><published>2008-05-28T20:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T20:29:56.689-07:00</updated><title type='text'>TUGAS MULTIMEDIA</title><content type='html'>TUGAS PAK MOKO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah cara mengoperasikan Kamera Panasonic MD10000 Jelaskan :&lt;br /&gt;1. Menu apa saja yang terdapat dalam kamera tersebut?&lt;br /&gt;2. Bagimana langkah membersihkan head kamera?&lt;br /&gt;3. Berapa Zoom yang ada pada kamera Panasonic MD10000?&lt;br /&gt;4. Ada berapa konektor yang bisa terhubung dengan kamera Panasonic MD10000? Sebutkan!&lt;br /&gt;5. Bagaimana langkah memasukan kaset miniDV yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;1. Menu-menu dalam kamera Panasonic MD 10000 &lt;br /&gt;• AC Adaptor, DC input lead and AC main head &lt;br /&gt;• Battery pack (lithium-ion) &lt;br /&gt;• Infra-red remote controller &lt;br /&gt;• External stereo microphone &lt;br /&gt;• S-video cord &lt;br /&gt;• AV cord &lt;br /&gt;• Shoulder strap &lt;br /&gt;• Head cleaning tape &lt;br /&gt;• Lens cap &lt;br /&gt;• Panasonic NV-MD10000 manual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara untuk membersihkan head kamera : &lt;br /&gt;   1. Cleaning tape digunakan dengan durasi tidak lebih dari 10 detik dalam        posisi  record. Jangan menggunakan cleaning tape untuk waktu lebih dari 10 detika karena akan memperpendek usia head drum anda. &lt;br /&gt;2. Cleaning tape yang anda miliki tampaknya tidak memerlukan cairan (semprot). Untuk DV camcorder, cara membersihkan head drum dengan disemprot mohon dihindari karena dapat merusak head drum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Zoom yang ada pada kamera Panasnic MD 10000Kualitas lensa kelas menengah dengan optical zoom sebesar 16X cukup untuk shooting dalam keadaan biasa. Disertakan pula digital zoom 'hanya' sampai 10x untuk menjaga distorsi gambar tidak terlalu banyak. Perlu diketahui, bahwa zoom secara digital akan membuat ketajaman gambar berkurang. Pada intinya Panasonic MD1000 ini didesain sebagai kamera professional dengan penggunaan yang semudah kamera amatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Konektor yang terdapat dalam kamera Panasonic MD 10000 ada 5, yaitu : &lt;br /&gt;1. S-Video &lt;br /&gt;2. Firewire &lt;br /&gt;3. USB &lt;br /&gt;4. Audio-video &lt;br /&gt;5. HDMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Cara memasukan kaset mini dv yang benar &lt;br /&gt;• Cari kemudian buka tempat dimana kaset harus diletakkan (ada di sebelah kanan ) &lt;br /&gt;• Tunggu hingga bagian dalam kamera tersebut terangkat dan membuka sendiri. &lt;br /&gt;• Masukkan kaset mini DV (bagian yang berwarna merah berada di bawah dan bagian yang berlubang berada di dalam). &lt;br /&gt;• Tekan bagian dalam kaset tempat diletakan, tunggu hingga bagian itu turun sendiri kemudian baru tutup bagian luar tempat kaset&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-4628050832650208647?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/4628050832650208647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=4628050832650208647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/4628050832650208647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/4628050832650208647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/05/tugas-multimedia.html' title='TUGAS MULTIMEDIA'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-6494776619668765796</id><published>2008-04-24T23:12:00.000-07:00</published><updated>2008-04-24T23:15:58.426-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.glitterfy.com/"&gt;&lt;img src="http://img19.glitterfy.com/116/glitterfy011207T910D36.gif" alt="Glitter Words" border=0 /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.glitterfy.com/"&gt;[Glitterfy.com - *Glitter Words*]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-6494776619668765796?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/6494776619668765796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=6494776619668765796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/6494776619668765796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/6494776619668765796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/04/glitterfy.html' title=''/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-575351311469380431</id><published>2008-04-10T22:30:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T00:35:12.550-08:00</updated><title type='text'>WELCOME TO POEASH BLOGGER</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R_73rvr-4uI/AAAAAAAAACE/Hdp35h0Lab0/s1600-h/uzumaki-naruto-small.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187856151684768482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 499px; CURSOR: hand; HEIGHT: 256px" height="240" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R_73rvr-4uI/AAAAAAAAACE/Hdp35h0Lab0/s320/uzumaki-naruto-small.jpg" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-575351311469380431?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/575351311469380431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=575351311469380431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/575351311469380431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/575351311469380431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/04/welcome-to-poeash-blogger.html' title='WELCOME TO POEASH BLOGGER'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R_73rvr-4uI/AAAAAAAAACE/Hdp35h0Lab0/s72-c/uzumaki-naruto-small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-321096323004802610</id><published>2008-04-10T00:18:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T00:29:27.474-07:00</updated><title type='text'>Langkah-langkah membuat blogger</title><content type='html'>1.  Buka &lt;a href="https://www.blogger.com/start"&gt;https://www.blogger.com/start&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.  Klik CIPTAKAN BLOG ANDA&lt;br /&gt;3.  Masukan E-mail 2 kali&lt;br /&gt;4.  Masukan password 2 kali&lt;br /&gt;5.  Masukan nama tampilan&lt;br /&gt;6.  Masukan verivikasi kata&lt;br /&gt;7.  Centang saya menerima&lt;br /&gt;8.  Klik lanjutkan'&lt;br /&gt;9.  isi judul blog&lt;br /&gt;10. Isi alamat blog&lt;br /&gt;11.  Klik lanjutkan&lt;br /&gt;12.  Pilih Template&lt;br /&gt;13.  klik lanjutkan&lt;br /&gt;14.  Klik mulai posting&lt;br /&gt;15.  Isi judul&lt;br /&gt;16.  isi berita&lt;br /&gt;17.  Klik mempublikasikan posting&lt;br /&gt;18.  Klik yes&lt;br /&gt;19.  Klik lihat blog&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-321096323004802610?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/321096323004802610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=321096323004802610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/321096323004802610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/321096323004802610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/04/langkah-langkah-membuat-blogger.html' title='Langkah-langkah membuat blogger'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-4629552431319207888</id><published>2008-04-05T00:06:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T00:35:12.842-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R_cmHeqKvpI/AAAAAAAAAB8/Yrruveqt_kM/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 193px; height: 297px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R_cmHeqKvpI/AAAAAAAAAB8/Yrruveqt_kM/s400/12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185655405871283858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R_clO-qKvoI/AAAAAAAAAB0/PtymlUq5ERQ/s1600-h/puas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 168px; height: 258px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R_clO-qKvoI/AAAAAAAAAB0/PtymlUq5ERQ/s400/puas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185654435208674946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-4629552431319207888?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/4629552431319207888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=4629552431319207888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/4629552431319207888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/4629552431319207888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/04/blog-post.html' title=''/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R_cmHeqKvpI/AAAAAAAAAB8/Yrruveqt_kM/s72-c/12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-1586747147826535676</id><published>2008-03-13T22:56:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T00:35:12.970-08:00</updated><title type='text'>jenis-jenis kamera</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R9oUk9_brzI/AAAAAAAAABs/Rh2Ns9Wy3fY/s1600-h/kamera.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177473346964270898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R9oUk9_brzI/AAAAAAAAABs/Rh2Ns9Wy3fY/s200/kamera.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LRXx2aY1Emc/RwZ3-ixycEI/AAAAAAAAADA/6q3qpjliTvc/s1600-h/kamera.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sering ada temen yang nanya bagaimana cara memilih kamera yang baik. Cuma suka bingung mau ngejawab darimana, takutnya nanti saya udah menjelaskan panjang lebar, mereka/dia malah tambah bingung. Untuk mempermudah menerima penjelasan, lebih baik kita coba untuk mengenal jenis-jenis kameraterlebih dahulu. walaupun nantinya cuma ngerti sedikit, at least kita bisa cari tau kamera seperti apa yang sesuai dengan kita, atau kebutuhan kita. Nah, dibawah ini saya memindahkan tulisan dari blog lama saya, mengenai jenis-jenis kamera, mudah-mudah bisa membantu.Oke,Sekarang ini, kamera bisa debedakan menjadi 4 jenis :1. Kamera Saku Otomatis (Pocket Camera). Biasanya Pocket Cam ini sangat mudah digunakan, kita hanya perlu melakukan Point and Shoot tanpa harus melakukan setting yang "rumit" pada kamera, ada juga beberapa jenis Pocket Cam yang menyediakan fitur untuk memilih ISO dan tema yang sesuai dengan kondisi objek yang akan kita ambil.2. Kamera Konsumer Manual (Consumer Camera). Bentuk kamera dari kamera ini biasanya seperti kamera profesional, namun ada juga yang berbentuk kamera saku. Kamera ini memungkinkan kita untuk mengatur Focus, Exposure, Aperture, dan ISO. Tapi kamera ini juga menyediakan fitur seting otomatis. kalau kata fotografer, kamera ini memiliki fitur A (atau Av), P , S , dan M.3. Kamera Profesional (Profesional Camera). Kamera ini adalah kamera yang dilengkapi lensa dengan teknologi SLR (Single Lens Reflex), dan bentuknya biasanya cukup besar. Kamera ini menyediakan berbagai jenis pengaturan. Kamera jenis ini, bisa dibilang kamera yang paling berkelas, karena selain kita bisa mengatur seluruh detail pada kamera, kita juga bisa membongkar-pasang lensa SLR sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, beberapa keunggulan Kamera berjenis SLR ini adalah, memiliki Shutter Lag dan Shoot to Shoot Average yang singkat, ditambah keunggulan pada kemampuan ISO, dan jumlah Pixel.4.Kamera Prosumer (Prosumer Camera). Bisa dibilang kamera ini adalah jenis kamera Semi-SLR. bentuknya mirip dengan kamera SLR, tapi kemampuannya tidak sebaik kamera SLR. perbedaan yang paling mencolok adalah pada lensa dan viewfinder, Kamera semi-SLR hanya memiliki 1 lensa permanen pada bodi kamera. sehingga lensa pada kamera ini tidak bisa kita bongkar-pasang seperti pada kamera SLR. selain itu teknologi viewfinder pada kamera ini juga berbeda dengan kamera SLR, meskipun sama-sama menggunakan lensa SLR untuk membidik objek, namun yang tampil di LCD kamera semi-SLR adalah hasil pencitraan Digital, sedangkan pada kamera SLR, yang tampil di LCD kamera adalah hasil pencitraan Optik. Kalau kalian hobi dengan fotografi, tapi memiliki masalah dengan "DANA", kalian bisa memilih kamera jenis ini.Nah, mudah-mudahan penjelasan diatas berguna buat kita. memang gak terlalu mendetail, tapi setidaknya, bisa membantu kita untuk memilih kamera yang cocok dengan kebutuhan kita. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-1586747147826535676?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/1586747147826535676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=1586747147826535676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/1586747147826535676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/1586747147826535676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/03/jenis-jenis-kamera.html' title='jenis-jenis kamera'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R9oUk9_brzI/AAAAAAAAABs/Rh2Ns9Wy3fY/s72-c/kamera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-3721984425456745220</id><published>2008-02-21T22:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T00:35:13.136-08:00</updated><title type='text'>Baterai kamera video</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R75oCfwjOkI/AAAAAAAAABk/_nCsYsP0b2M/s1600-h/pi_energygate_1000.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169683814362069570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R75oCfwjOkI/AAAAAAAAABk/_nCsYsP0b2M/s200/pi_energygate_1000.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="TEXT-DECORATION: none" href="http://www.krisnatama.com/products/#"&gt;EnergyGate&lt;/a&gt; 1000&lt;br /&gt;Part No&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;&lt;a style="TEXT-DECORATION: none" href="http://www.krisnatama.com/products/#"&gt;00003&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Category&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;&lt;a style="TEXT-DECORATION: none" href="http://www.krisnatama.com/products/#"&gt;Electronic&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manufacture&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;&lt;a style="TEXT-DECORATION: none" href="http://kselectronics.net/" target="_blank"&gt;KS Electronics&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Synopsis&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Dengan output sebesar 1000 watt, sangat sesuai bagi penyediaan sumber listrik pada bus besar, dapat dipergunakan bagi para tour operator untuk memberi kemudahan pengisian ulang baterai video camera, digital camera dan HP bagi para peserta tour&lt;br /&gt;Price&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.krisnatama.com/products/#"&gt;Rp 2.500.000,00&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="TEXT-DECORATION: none" href="http://www.krisnatama.com/toko/pesan.html"&gt;&lt;/a&gt;  Nama : Puas Haryani&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  Kelas : 1 mm 1&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  No Absen: 27&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-3721984425456745220?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/3721984425456745220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=3721984425456745220' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/3721984425456745220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/3721984425456745220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/02/baterai-kamera-video.html' title='Baterai kamera video'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R75oCfwjOkI/AAAAAAAAABk/_nCsYsP0b2M/s72-c/pi_energygate_1000.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-497263809310650821</id><published>2008-02-15T17:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T00:35:13.142-08:00</updated><title type='text'>kamera</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/R7ZEZPwjOjI/AAAAAAAAAAY/u1jxBk0zi-Q/s1600-h/gambar.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="WIDTH: 221px; HEIGHT: 244px" height="361" hspace="10" src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/ritel/2002/04/1/kamera.jpg" width="400" vspace="10" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hingga kini masih ada keraguan orang terhadap kualitas kamera digital. Padahal, kenyataannya kamera digital bisa memberi kualitas prima dibandingkan kamera film untuk berbagai hal, terutama pada kecepatan memberi hasil, yakni dari kamera bisa langsung ”naik cetak” melalui perangkat komputer dan printer.Cara mudah buat mengerti spesifikasi dari kamera digital adalah melalui resolusinya. Memang, kamera film 35mm bisa mengalahkan beberapa kamera digital dalam jumlah pixel. Anda membutuhkan sedikitnya 200 pixel per inci untuk hasil fotografi yang bermutu dari kamera digital. Keunggulan kamera digital dibanding film seluloid adalah pada perimbangan warna. Perimbangan yang seksama bisa dilakukan kamera digital dengan kondisi cahaya berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nama:puas haryani&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelas:1mm1&lt;/div&gt;&lt;div&gt;No.Abs:27 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-497263809310650821?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/497263809310650821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=497263809310650821' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/497263809310650821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/497263809310650821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/02/kamera.html' title='kamera'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8749228845404205852.post-6171480294564172537</id><published>2008-02-07T22:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T23:03:43.678-08:00</updated><title type='text'>Membuat Blog dengan Blogspot</title><content type='html'>Langkah-langkah membuat Blog&lt;br /&gt;1. Buka &lt;a href="https://www.blogger.com/start"&gt;https://www.blogger.com/start&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Klik CIPTAKAN BLOG ANDA&lt;br /&gt;3. Masukan email 2 x&lt;br /&gt;4. Masukan password 2 x&lt;br /&gt;5. Masukan nama tampilan&lt;br /&gt;6. Masukan verivikasi kata&lt;br /&gt;7. Centang saya menerima&lt;br /&gt;8. Klik Lanjutkan&lt;br /&gt;9. Isi judul Blog&lt;br /&gt;10. Ciptakan Blog anda&lt;br /&gt;11. Klik Lanjutkan&lt;br /&gt;12. Pilih template&lt;br /&gt;13. Klik lanjutakan&lt;br /&gt;14. Klik mulai posting&lt;br /&gt;15. Isi judul&lt;br /&gt;16. Isi Berita&lt;br /&gt;17. Klik MEMPUBLIKASIKAN POSTING&lt;br /&gt;18. Lihat Blog&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8749228845404205852-6171480294564172537?l=puas31.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://puas31.blogspot.com/feeds/6171480294564172537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8749228845404205852&amp;postID=6171480294564172537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/6171480294564172537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8749228845404205852/posts/default/6171480294564172537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://puas31.blogspot.com/2008/02/membuat-blog-dengan-blogspot.html' title='Membuat Blog dengan Blogspot'/><author><name>pU@S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04789462266909004106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_GVYVIMcPYf0/SJzoG8gM86I/AAAAAAAAACw/eqZo-FieJnY/s1600-R/puas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
